Budaya Wong Kayu Agung

midang adalah salah satu adat dari kayuagung

index

Midang itu merupakan sebuah adat istiadat di kayuagung dimana putra-putri daerah melakukan arak-arakan menggunakan pakaian pengantin ritual pasca lebaran berkeliling berjalan kaki sekitar 5-6 km, barisan pengantin remaja itu juga menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu ketek. Ini memberikan gambaran betapa mulianya ritual perkawinan yang merupakan pertanda berakhirnya masa bujang (muanai) dan gadis (mouli).

Dalam ritual itu digambarkan bagaimana perkawinan itu dimulai dari perkenalan antara bujang dan gadis, lalu ada acara melamar atau bahkan kawin lari dan diakhiri dengan perkawinan yang diwarnai arak-arakan sepasang pengantin keliling kota untuk memberi tahu warga bahwa sepasang remaja itu kini sudah berubah status.

arak-arakan yang cukup jauh dengan sengatan matahari tidak seditkitpun menyurutkan semangat perserta midang, antusias masyarakat yang tumpah-ruah memenuhi jalan-jalan untuk mengikuti dan menonton acara tahunan ini memberi gambaran bagaimana menariknya midang morge siwe kayuagung.

Selain pasangan arak-arakan putra-putri yang menggunakan pakaian pengantin, terdapat juga gerobak, mobil hias, Selain midang masih ada acara yang lebih unik lagi, Bidar (lomba dayung) hingga acara-acara yang lainnya.

Tradisi ini rutin di lakukan pasca lebaran, dan di gelar masyarakat kayuagung yang terdiri dari sembilan kelurahan yang biasanya di sebut dengan morge siwe, hal ini juga melestarikan tradisi turun temurun. karena perkawinan yang digelar masyarakat tak mungkin lagi bisa menyelenggarakan upacara sebesar itu.

Pada ritual itu, setiap marga diwakili satu pasang pengantin inti yang berpakaian lengkap pengantin khas Kayuagung diiringi puluhan bahkan ratusan pengantin remaja sebagai pengiring.

Biasanya Midang morge siwe ini di lakukan pada hari ketiga dan keempat hari raya Idul Fitri, midang ini sangat di tunggu masyarakat kayuagung bahkan orang dari kota-kota lain, dari anak kecil hingga orang antusias berbaris di pinggir jalan untuk melihat acara tahunan ini.

MIYAH MALAMAN

Miyah Malaman

Miyah Malaman merupakan salah satu tradisi di Kayuagung, khususnya Morge Siwe. Tradisi ini biasanya berlangsung pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir pada bulan puasa yang oleh orang Kayuagung disebut Malaman.

Miyah Malaman sendiri merupakan bagian dari Malaman. Pada malam Malaman orang-orang biasanya menyalakan lilin di depan rumah. Menurut beberapa cerita (mohon dikoreksi jika salah) tujuannya agar bisa melihat lailatulqadar. Pada malam Malaman ini, baik orang dewasa dan anak-anak akan sangat ramai di depan rumah dan di jalan-jalan. Kebanyakan dari mereka menyalakan lilin dan juga porcun hujan (kembang api).

Bagi mereka yang masih bujangan biasanya manjou (berkunjung) ke rumah perempuan yang dia suka dengan membawa porcun (mercon) dan makanan. Biasanya mereka akan menyalakan mercon bersama temen-teman mereka. Serukan! Nah, tradisi inilah yang disebut Miyah Malaman. Namun sayang ini tradisi ini sudah mulai hilang.

Adat Pernikahan

Pesta pernikahan yang dilakukan di berbagai daerah di negeri ini sangat beragam tata cara dan aturannya. Tidak jarang bahkan dalam sebuah pernikahan, kedua keluarga sedikit “bersitegang” untuk menentukan memakai adat budaya masing-masing daerah (jika kedua mempelai berasal dari dua daerah yang berbeda adat istiadatnya).

Dalam rangka melangsungkan/merayakan upacara adat perkawinan menurut adat Morge Siwe atau Kayuagung terdiri dari 4 tingkatan diantaranya:
1.Adat setinong-tinong
2.Adat sepinong-pinong
3.Adat pinang dibelah
4.Adat mabang handak
Adat setinong-tinong
Upacara adat perkawinan ini, tidak dilaksanakan secara adat, dapat dikatakan kawin tidak beradat. Adapun juga adat ini dengan kata lain adalah perkawinan sama memaklumi. Umumnya oleh masyarakat hukum adat seperti ini dinamakan dengan pribahasa Kawin Biyas Secubuk Tahlui Osai artinya diambil yang penting atau yang diutamakan perkawinan terlaksana.
Sedang pelaksanaan adat nikahannya dapat dilakukan oleh walinya, penuntun ijab, serta saksi-saksi. Waktu dan tempat pelaksanaan dapat dirumah mempelai laki-laki sendiri pada malam hari sesudah shalat magrib malam jum’at dan ada kalanya yang melakukannya pada hari-hari sebelum shalat zhuhur.
Adat sepinong-pinong
Upacara adat ini pelaksanaannya sederhana saja umumnya yang menjadi ukuran adalah yang disebut UTORAN, yaitu suatu persiapan hidangan atau penyajian santapan makanan yang dihidangkan diatas taplak dari kain (seperah), dibentangkan diatas lantai yang beralas tikar.
Ungkapan kesederhanaan upacara perkawinan ini disebut banyak jumlah Utoran. Satu utoran 10 orang yang melingkarinya. Pelaksanaan tempat dan waktunya sama seperti upacara adat setinong-tinong dan juga tidak menggunakan secara adat (tidak beradat-adat).
Adat pinang dibelah
Upacara Adat Pinang Dibelah pelaksanaannya adalah memakai adat yang pokok saja atau yang memenuhi syarat adat. Dilaksanakan melalui tahap-tahap upacara adat melalui adat pinang atau adat kawin lari (Setakatan) sebagai berikut:
1. Maju atau bengiyan ngulom tiyuh
2. Sorah gawi de proatin
3. Kilu wali nikah
4. Ngumpul
5. Nyuak dan ngulom
6. Ngantati pekurangan
7. Mulah (hari memasak)
8. Nyungsung maju (menjemput mempelai perempuan)
9. Nyusung/mapak ungaian
10. Membagikan baju persalin
11. Pemberian julukan atau gelar
12. Manjou kahwin
13. Ngantat san-san
14. Anan tuwui
Upacara adat ini disebut oleh masyarakat Kayuagung Sedokah Mulah Kahwin dan ada juga yang menyebutnya Sedokah Sepagi, sebab upacara ini dilangsungkan selesai dalam satu hari saja tentang penyelenggaraannya.
Mengenai penerimaan/pemakai baju persalin adat pinang dibelah, terbatas pada keturunan kedua mempelai ada kalanya sampai pada keturunan ketiga, tergantung pada permufakatan kedua belah pihak atas dasar kemampuan dari keluarga mempelai perempuan. Karena baju persalin dipakai oleh pihak ahli famili dari keluarga pihak laki-laki adalah pemberian dari keluarga pihak mempelai perempuan.
Adat mabang handak
Mabang Handak adalah bahasa Kayuagung dan kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah Burung Putih. Upacara adat perkawinan dalam tingkat keempat dinamakan oleh masyarakat hukum adat ialah Adat Mabang Handak adalah upacara Adat Yang Penuh Baradat. Adat perkawinan ini juga disebut oleh masyarakat adat dengan sebutan Begawi atau Begorok, yaitu suatu pesta besar dalam upacara adat perkawinan.
Adat ini dimulai dari adat peminangan lebih dahulu sampai kepelaksanaan sedekahnya, melibatkan banyak ahli famili, kaum kerabat dan handai taulan, diperlukan tenaga dan pikiran-pikiran dan bahkan banyak pula memerlukan biaya. Pelaksanaan dan persiapannya memerlukan banyak waktu sebelumnya, dimana mulai mencari dan mengumpulkan bahan-bahan untuk keperluan upacara ini.
Salah satu upacara adat perkawinan masyarakat adat Kayuagung (Morge Siwe) yang dapat terlihat sampai keluar daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah upacara adat perkawinan ini.
Urutan Tahap-Tahap Adat Perkawinan Mabang Handak
Proses tata urutan tahap-tahapnya banyak perbedaan dari adat Pinang Dibelah, dimana tahap-tahapannya di uraikan seperti di bawah ini:
1. b. Maju dan bengiyan ngulom bobon morge siwe.
2. c. Sorah gawi pada proatin.
3. d. Kilu woli nikah.
4. e. Ningkuk.
5. f. Mendirikan bangsal atau tarup.
6. g. Ngebengiyankon (minta bantuan tenaga dari anak menantu).
7. h. Nyuak dan ngulom (mengundang).
8. i. Ngantat oban sow-sow midang.
9. j. Pati sapi (menyembelih sapi).
10. k. Ngantat perkurangan.
11. l. Midang.
12. m. Mullah (hari memasak).
13. n. Turgi / nurgi (munggah) :
1. 1. Nyungsung maju.
2. 2. Menerima baju pesalin.
3. 3. Nyungsung ungaian.
4. 4. Mapak ungaian.
5. 5. Akad nikah.
6. 6. Julukan / gelar.
7. 7. Manjow kahwin.
8. 8. Tari cang0cang.
9. 9. Oban sow sow gelahon dan oban rumpun.
10. Cangkorom
11. Ngatot san-san.
12. Kecuwakan mongan.
13. Kereta juli.
1. o. Upacara adapt ngarak pacar.
2. p. Upacara adapt nan tuwui.
3. q. Lang-ulangan.
4. r. Nganan tuwulkon maju.
5. s. Nglangkon pukal.
6. t. Anan tuwui semehongot.
Mengenai penerimaan/pemakaian baju pesalin pada adat mabang handak, pula melebihi dari jumlah pada adat pinang dibelah, dengan sebutan menurut masyarakat adat Kayuagung ialah Sunow Liyoh (tujut buwayi), dapat juga disebut pemerikaan tidak terbatas asal saja masih dalam satu keturunan.
Kalau pada adat pinang dibelah, pelaksanaannya cukup selesai dalam satu hari saja, maka berlainan pada adat perkawinan mabang handak memerlukan waktu sampai 3 hari dan 3 malam. Sedangkan persiapannya banyak menyita waktu, tenaga dan biaya.
Pelaksanaan Perkawinan Mabang Handak
• Maju dan Bengiyan Ngulom Bobon Morge Siwe ( Kedua mepelai mengundang sanak famili sebelum menyebelah ).
Sebelum tahap demi tahap upacara Adat Perkawinan “TINGKAT MABANG HANDAK” dilakasanalan, maka kedua mempelai Maju dan Bengiyan dengan didampingi masing-masing seorang Pukal berjalan kaki naik rumah turu rumah sanak sanak keluarga masing-masing pihak dalam Marga Kayuagung (Morge Siwe), guna memberitahukan serta megundang atau mengajak kapan sedekah perkawinan mereka dilaksanakan dan agar dapat hadir pada upacara tersebut.
Pada upacara ini Maju (Mempelai perempuan) berpakaian Adat yaitu kain dan selendang Sogket, Pakai gandik dikening serta disanggulnya ada kembang rampai. Bagi Bengiyan (Mempelai laki-laki) berpakaian setelan jas, pakai kopiah, pakai kain sarung Bumpak setengah tiang serta menyampirkan sehelai handuk untuk alat sujud (handuk adalah gunaannya sewaktu-waktu mengelap kening dan untuk lapis sujud bila terhadap wanita).

SARAH atau TAT ANTATAN

bagi pasangan yang baru menikah, memasuki bulan puasa ada tradisi yang dinamakan “TAT ANTATAN” dimana pihak yang baru menikah memberikan sesuatu berupa bahan2 makanan yang dimasukan kedalam “TANDUK” (sejenis wadah yang terbuat dari rotan dan dicat dengan ukiran yang unik) yang isinya dapat berupa susu, gandum, gula, SUGUS (terkenalnya gitu kalo di Kayuagung), dan lain-lain, yang tujuannya menjalin silaturahmi baik dengan keluarga maupun tetangga dekat. bagi pihak yang diberi TANDUK juga akan membalas isi TANDUK tersebut dengan bahan makanan juga, seperti beras, kelapa, dan lain-lain…unik kan???

Sumber : Wiwiek Febrianti

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s