Kerajinan Songket Palembang

Sentra Kerajinan Tenun Songket – Palembang

Kain Songket – sebuah kain mewah kebanggan wong kito. Kain ini merupakan percampuran antara beberapa budaya, di antaranya India, Cina dan arab. Kain ini sudah ada sejak Kesultanan Palembang Darussalam dan menjadi pakaian kebanggan. Kebanyakan dari masyarakat yang mendiami wilayah yang lebih dikenal dengan suro ini, merupakan keturunan dari pengrajin songket yang juga memiliki keahlian untuk membuat songket secara turun temurun itu.

Lokasi dan Akomodasi

Lokasi dari sentra kerajinan tenun songket ini terletak di kelurahan 30 ilir, kecamatan ilir barat II Palembang. Sentra ini, tersebar sebagian di Jalan Ki Rangga Wirasentika dan sebagian besar berada di Jalan Ki Gede Ing Suro.

Sedangkan untuk menuju lokasi, anda bisa menggunakan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Untuk angkutan umum, anda bisa menggunakan angkot jurusan Ampera-Tangga Buntung yang bisa anda temukan di sekitaran jembatan Ampera atau bisa langsung dari jalan merdeka jika anda sedang berada di jalur tersebut, karena rute dari angkot itu sendiri adalah dari sekitaran Ampera menuju jalan merdeka dan di lanjutkan ke Jalan Ki Rangga Wirasentika baru dilanjutkan ke Jalan Ki Gede Ing Suro. Nah, di sinilah anda akan menemukan berbagai toko dan pembuatan songket di Palembang. Biaya angkot itu sendiri hanya Rp. 2500 per orang.

Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, dari jembatan Ampera, ikuti jalan lurus menyusuri jalan merdeka, setelah anda menemukan lampu merah di dekat taman berbentuk lingkaran, belok ke kiri. Ikuti jalan utama sampai ke ujung jalan tepatnya di pertigaan. Di sini anda sudah bisa melihat gerbang sentra kerajinan songket Palembang.

Sekilas Tentang Songket

Jaman dulu, songket merupakan pakaian bagi para bangsawan di Palembang, tetapi karena adanya pergeseran budaya, saat ini songket sudah bisa dimiliki oleh masyarakat umum. Selain itu, songket juga menjadi mas kawin wajib untuk pernikahan para mempelai keturunan Palembang asli, dan budaya tersebut sampai saat ini, masih tetap bertahan. Jadi, jika ingin menikahi gadis keturunan Palembang asli, siapkan kocek untuk membeli songket.
Dalam pembuatan kain songket, menggunakan bahan dasar kain, benang merah dan benang emas. Benang emas yang digunakan ada tiga jenis, yaitu benang emas cabutan, benang emas bangkok dan benang emas sartibi.

Dalam pembuatannya, menggunakan alat berupa alat tenun. Tradisi pembuatan songket inipun sudah turun temurun dari jaman dulu, sehingga cara pembuatannya hampir sama. Bedanya hanya pencarian bahan yang lebih mudah dibandingkan jaman dulu yang harus memanfaatkan bahan dari alam.

Kain songket sendiri, memiliki jenis-jenis yang dapat dibedakan berdasarkan motif dari benang tersebut. Beberapa contoh dari jenis kain songket adalah bungo cino, nampan perak, biji pare, bungo jepang, tigo negeri, jando beraes, bungo pacik, bintang berante, dan lain lain. Jumlah jenis motif kain songket saat ini ada sekitar 71 jenis, dan sudah ada 22 motif yang sudah dipatenkan dan mendapatkan pengakuan oleh kementrian hukum dan HAM.

Kain ini merupakan kain yang cukup mewah, sehingga harganyapun agak tinggi. Harga termurahnya pun berkisar antara Rp. 500000, dan untuk harga tingginya bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Tentang Sentral Kerajinan

Pembuatan songket di sentral ini sudah berlangsung sejak tahun 1700an, dan pada generasi berikutnya, barulah tempat ini menjadi lahan bisnis dan menjadi sentral kerajinan songket terbesar. Penduduk setempat rata-rata masih ada hubungan keluarga, karena sudah dari leluhur mereka merupakan keturunan Palembang Asli. Hal ini bisa dilihat dari gelar kebangsawanan dari zaman Palembang Darussalam seperti Kiagus, Kemas, Nyimas, Masayu, dan Masagus.

Disini, anda bisa memilih beberapa toko yang banyak memajang beberapa koleksi songket. Tak hanya kain, saat ini kain songket tersebut sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga telah memiliki beragam bentuk seperti baju, gaun, tas bahkan sepatu dan lain sebagainya. Jadi disinilah anda bisa menemukan cindera mata khas Palembang yang langsung dari pengrajinnya. Beberapa toko songket yang ada di sini di antaranya adalah Cek Ipah, Cek Ilah, Fikri Collection, Zainal Songket, dan lain lain.

Oleh karena tempat ini merupakan sentral kerajinan songket, bukan berarti setiap rumah disini menjual songket saja. Anda juga bisa menemukan beberapa tempat yang menjual makanan dengan beragam jenis, dan layaknya perkampungan, tempat ini juga diisi usaha-usaha lainnya.

Tips mengunjungi sentra kerajinan songket

1. Jika anda ingin mengunjungi beberapa toko, ada baiknya menggunakan kendaraan sendiri. Karena sentra kerajinan ini cukup luas.

2. Jika anda ingin mengenal songket lebih dekat, jangan malu untuk bertanya pada pemilik toko. Jika anda beruntung, anda bisa melihat langsung proses pembuatan songket di tempat tersebut.

3. Bagaimanapun juga, anda harus berhati-hati di sekitaran tempat ini. Karena beberapa titik di lokasi ini agak rawan kejahatan.

4. Di daerah suro ini, ada sebuah masjid tua yang cukup bersejarah, yakni Masjid Ki Gede Ing Suro. Jadi ada baiknya sempatkan kesana ketika anda mengunjungi suro.

5. Untuk rekomendasi toko songket yang bagus adalah Cek Ipah dan Zainal Songket, karena distribusinya sudah mencapai ke luar negeri, jadi sudah bisa dibayangkan bukan soal kualitasnya? Tetapi, siapkan kocek lebih, karena ada harga, ada kualitas.

Sumber : Jalan-jalan.com

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s