“Syarofal Anam” tradisi wong Palembang

Seni “syarofal anam” bernuasa Islami merupakan salah satu kesenian yang biasa ditampilkan menghibur tetamu pada resepsi pernikahan bagi wong Palembang merupakan tradisi yang yang hingga kini masih bertahan di tengah maraknya budaya asing di daerah ini.

Sepuluh orang anggota grup kesenian syarofal anam berbagi peran sebagai penari, penyanyi dan penabuh terbangan menghibur tamu yang hadir saat resepsi salah seorang keturunan asli Palembang bergelar Raden Ayu di kawasan Seberang Ulu I Palembang, Sumatera Selatan.

Farhan (12) mengaku belajar seni syarofal anam ketika mulai masuk pesantren karena di sekolah Islam tersebut mereka diwajibkan memilih kegiatan ekstra selain belajar di kelas.

“Saya bersama puluhan kawan seusia setiap minggu dua kali latihan menyanyi diiringi dengan gerakan tari yang minimalis dan suara musik dari terbangan,” katanya.

Menyanyikan lagu-lagu islami dengan mengucapkan puja dan pujian kepada Allah SWT dan junjungan umat muslim Nabi Muhammad SAW sungguh menyenangkan.

Ia menambahkan, penampilan grup syarofal anam tidak hanya dilakukan dihadapan petinggi pesantren pada saat acara besar Islam tetapi kini hampir setiap minggu diundang untuk tampil di acara pernikahan.

Meski gerakan dan lagu yang mereka tampilkan terkesan sederhana tetapi kekompakan di antara personel syarofal anam menjadi penentu bagusnya “performance” mereka dihadapan penikmat seni Islam.

Rebeka (34) warga Palembang keturunan Kesultanan Palembang Darussalam mengatakan mereka secara turun temurun menghadirkan syarofal anam setiap ada pernikahan.

“Bagi kami melestarikan seni islami merupakan salah satu keharusan untuk mempertahankan tradisi dan adat warisan nenek moyang,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan memberikan ruang bagi pelaku seni syarofal anam tampil merupakan salah satu bagian dari upaya melestarikan kesenian tersebut.

Apalagi kini, kesenian tradisional dan islami cenderung mulai ditinggalkan karena maraknya seni dan budaya asing yang berkembang di daerah itu. (Nila)

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s